Pengalaman Melahirkan Saat Pandemi

Melahirkan saat pandemi penuh dengan tantangan. Jauh sebelum tahu hamil, di awal pandemi, saya pernah bergumam "Bila ada masa dimana saya tak berniat hamil atau melahirkan adalah saat ini !".

Hamil dan melahirkan di saat ada wabah memang tidak dianjurkan. Saya juga tipe orang yang selalu merencanakan kehamilan dengan baik, tak ada istilah 'kebobolan' dalam kamus saya. 

Pengalaman melahirkan saat pandemi

Saya sudah 6 tahun menantikan anak kedua hadir, ibarat rezeki tiap orang memang berbeda. Siapa yang menyangka, kehadiran anak kedua jusrtu saat pandemi tengah merebak. 


Bukannya menjilat ludah sendiri, tapi rezeki jangan ditolak apalagi rezeki ini berupa keturunan.


BACA JUGA: Hamil Saat Pandemi


Saya tahu pasti, proses hamil dan melahirkan saat pandemi pasti tidaklah mudah. Belum lagi, resiko amat tinggi untuk kesehatan bayi dan ibu. Risiko saya makin tinggi karena saat hamil saya tetap harus bekerja. 


Toh, disyukuri saja untuk bekal melahirkan yang nominalnya tak sedikit. Profesi saya memang tidak mengenal work from home.


Proses kehamilan sudah pernah saya tulis lengkap di blog ini. Kini, saya akan berbagi tentang pengalaman melahirkan termasuk persiapan yang harus dilakukan termasuk resiko apa yang mungkin harus kita hadapi.


Persiapan Jelang Melahirkan


1. Harus PCR 


Persiapan paling penting sebenarnya menjaga diri agar tak terpapar covid-19 karena skenario melahirkan akan jauh berbeda bila kita dapat kondisi sehat.

Pengalaman melahirkan saat pandemi
Suami setia menemani, tentu dia sudah Antigen


Sebenarnya deg-degan juga saat harus tetap bekerja dan naik kendaraan umum saat hamil di masa pandemi. Saya mencoba untuk meyakinkan diri dan banyak berdoa agar tak terinfeksi saat hamil. 


Toh, akhirnya saya terpapar covid juga untungnya setelah melahirkan. Tapi, tetap saja tetap mengerikan saat terinfeksi penyakit yang belum ada obatnya padahal saya sudah merasa menjalankan protokol kesehatan ketat. Nanti ya, saya ceritkan lagi pengalaman menyusui saat kena Covid. 


Persiapan jelang persalinan di masa pandemi tentunya PCR dua minggu sebelum melahirkan, pastikan Moms sudah vaksin, beberapa rumah sakit meminta pasien untuk melakukan X-ray. Namun bebera ibu hamil ragu melakukan thorax tapi bisa diganti dengan PCR. Pilih salah satu saja.


Tapi, saya sempat tanya dokter kandungan yang menangani saya, x-ray untuk ibu hamil aman kok. Wajar bila ada yang ragu, boleh konsultasi lagi dengan dokter Moms. 


Saya juga pernah mendengar ada teman pindah rumah sakit karena ada kewajiban pemeriksaan dengan sinar X-Ray. Keputusan ada di kita, tapi ada opsi PCR yang lebih mudah. Pilihan itu juga yang akhirnya saya ambil.


BACA JUGA : Selamat Datang Aliando


2. Pilih Rumah Sakit yang tepat


Pastikan juga rumah sakit yang menangani bukan rujukan Covid-19, lebih baik rumah sakit khusus Ibu dan Anak yang tidak menangani rujukan covid. Bila terpaksa rumah sakit yang dituju adalah rujukan, pastikan bangsal melahirkan dan bayi tidak melewati bangsal orang sakit. 


Bila kondisi sudah stabil dan fit jangan kelamaan di rumah sakit kecuali kamu di ruang VVIP tanpa orang lain. Kalau memang ada uang lebih, saya sarankan di ruangan sendiri saja.


Tidak ada yang menemani di ruang operasi termasuk suami. Beberapa rumah sakit memperbolehkan bila suami sudah melakukan PCR atau Antigen. 


Tapi, saya memilih sendiri di rumah operasi sama seperti kelahiran anak pertama. Dulu sih, suami saya takut sekarang dia beruntung juga karena tak harus melihat istrinya 'dibelek' di ruang operasi hehehe. 


BACA JUGA: Pin Ibu Hamil di KRL



3. Jangan terlalu lama di rumah sakit


Enak kalau bisa melahirkan normal, bisa tak lama di rumah sakit. Tapi, saya dua kali melahirkan dan semuanya cesar. 


Biasanya kalau cesar maksimal 3 hari di rumah sakit. Saat pandemi, bila kondisi sudah pulih dan tidak ada yang urgent lebih baik memulihkan diri di rumah. 


Khawatiran pasti ada saat harus hamil dan melahirkan saat sebaran virus masih ada. Tapi yakinlah semua akan baik-baik saja. Kini, sudah ada vaksin untuk ibu hamil dan menyusui. Tes PCR pun harganya kian terjangkau.


Pengalaman melahirkan saat pandemi
Bang Ale berbahagia dengan kehadiran Adiknya


Saya berharap, Moms yang tengah hamil atau sebentar lagi melahirkan sehat dan dapat melewati masa persalinan dengan lancar. Jangan terlalu resah karena semua Ibu dilahirkan menjadi wanita super. Semua pasti terlewati dengan lancar. 


Semoga pengalaman melahirkan saat pandemi yang sudah saya tulis bisa mengurangi rasa deg-degan Moms. Semangat!



Liebe,

Ibu






Tidak ada komentar

Posting Komentar